Aku lelah, aku ingin segera bersanding dengan sirius dan kau akan melihat cahaya ku bersama orang lain, orang yang mungkin akan menggantikan ku nanti. Lepas dan relakan ku untuk kali ini saja. Ketika kau lihat sirius setelah aku pergi, coba kau lihat di sekelilingnya. Jika ada bintang yang cahayanya tak lebih terang darinya, itu aku. Cahaya ku belum sempurna karena aku masih sendiri diatas sana. Lengkapi cahaya ku segera saat mimpi dan semua ambisi mu telah kau raih. Aku menunggu mu diatas sana.
Sampai pada suatu waktu, aku melihat mu bahagia disana. Kau lupa bukan dengan aku disini? Bahkan kau lupa akan cahaya ku yang belum sempurna. Kau sudah terbiasa dengan kehadirannya, kau lupa akan impian kita. Aku ikhlas jika setelah aku pergi kau bahagia bersama orang lain, karena aku tahu saat bersama ku hanya rasa sakit yang selalu ku bagi. Dimana bahagia mu? Mungkin bahagia mu setelah aku tiada.
Waktu terus berjalan walaupun tanpa aku di sisi mu. Dan ketika Tuhan sudah berkata "Ini adalah waktunya kau untuk pulang". Hujan pun turun mewakili seperti apa sakitnya aku melihat kau disana, putih, pucat pasi, tak bernafas. Diam dan kaku. Aku tahu saat itu kau belum mengingatku. Tapi ketika Tuhan menempatkan mu ditempat yang sama dengan ku, mungkin atau bahkan pasti kau akan melihat ku lagi dan tak menutup kemungkinan juga kau akan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya kepada ku. Saat itu kau lupa tentang kebahagiaan sesaat yang pernah kau rasakan bersama orang lain. kini kebahagiaan kita telah abadi disini, di tempat terindah yang Tuhan berikan kepada kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar