Rabu, 25 Juni 2014

Adakah

Aku ingin menanyakan beberapa hal kepada mu yang mungkin sampai kapanpun kamu tak akan menjawabnya karena aku dan sajak ku adalah apa yang tak pernah kamu baca.

Adakah seseorang yang masih mencintai mu walau ia tau kamu tak pernah mau tau tentang perasaannya, selain aku?
Adakah seseorang yang masih mau mempedulikan mu walau kepeduliannya sering kali kamu abaikan, selain aku?
Adakah seseorang yang siap menerima kamu apa adanya dan mentolerir perbedaan mu, selain aku?
Adakah seseorang yang disetiap doanya masih saja menyelipkan nama mu walau ia tau tak sedikitpun kamu mendoakannya, selain aku?
Adakah seseorang yang setiap harinya merindu dan memikirkan mu walau ia tau kamu tak pernah memiliki rasa yang sama untuknya, selain aku?
Adakah seseorang yang selalu ada disaat kamu butuh walau ia tau setelah kebutuhan mu terpenuhi kamu akan pergi begitu saja, selain aku?
Adakah seseorang yang mau merasakaan sesak setiap kali ia merasakan rindu, rindu yang tak pernah kamu tau. Selain aku?
Adakah seseorang yang sedikitpun tak pernah memandang negatif ke arah mu, selain aku?

Tertanda,
aku yang mencintai mu dalam sunyi

Kamu Pikir

Selamat malam tampan,
kamu pikir sajak ku selama ini bukan tentang mu?
Kamu pikir perasaan ku selama ini bukan untuk mu?
Lalu jika bukan untuk mu, untuk siapa lagi? Kamu satu-satunya orang yang aku ingat sebelum aku terlelap, bahkan saat aku terbangun-pun masih kamu.
Aku menulis sajak ini ataupun sajak yang lainnya bukan karena aku gombal atau hanya ingin sekedar membuat mu terharu *kamu terharu? Membacanya saja tidak ahahaha bodoh !* tapi sajak ini aku tulis karena aku sudah terlalu lelah dengan perasaan ku, perasaan yang memang menyimpan rasa untuk mu. Aku tak tau saat aku rapuh karena cemburu pada mu harus apa? Tak mungkin aku mengatakannya, yaa hasilnya adalah sajak, sajak dan selalu sajak, tak ada cara lain tampan.
Untuk bicara pada mu saja kadang lidah ku kelu, apalagi jika aku harus bicara masalah perasaan ku.

Kamu pikir selama ini aku baik-baik saja?
Kamu pikir aku tak pernah merindukan mu?
Kamu pikir mencintai mu dalam sunyi itu tak menyakitkan?
Kamu pikir setiap kali kamu mengabaikan ku, aku kuat?
Kamu pikir aku tak pernah menangis karena mu?

Hah aku aneh mana mungkin kamu memikirkan ku, kamu selalu melihat yang lain, sepertinya kamu tak pernah sedikitpun melihat aku. Iya AKU, aku yang selalu memperjuangkan mu dan aku yang selalu kamu abaikan.
Terkadang aku ingin menampar mu dan berkata lihat aku! Lihat sebentar saja! Lalu lihat semua yang telah aku lakukan untuk mu! Namun disisi lain untuk mengabaikan mu yang terlalu sering mengabaikan ku sajaa aku tak mampu, apalagi kalau aku harus menampar mu tampan.
Maaf lagi lagi kamu dan selalu kamu.

Tertanda,
Aku

Dear You

Entah apa yang sebenarnya ingin ku tulis malam ini, tapi jemari ku lagi-lagi mengajak ku bersajak. Yang menurut ku sajak ini tak penting, sajak ini tak pernah penting untuk ku karena tak pernah sedikitpun kamu membacanya. Iya kamu, kamu yang selalu jadi tema disetiap sajak ku.
Aku tau, bahkan aku sadar tak sepantasnya aku punya rasa ini. Apalagi kalau aku menyalahkan mu dalam setiap luka yang ku rasa, karena kamu sedikitpun tak pernah tau tentang rasa ini. Mungkin tak mau tau.
Terkadang kamu begitu sangat membahagiakan tapi sedikit pula kamu begitu menyesakkan, harusnya dari dulu ku sudahi saja rasa ini. Tapi bagaimana bisa aku menyudahi rasa ini, jika setiap kali aku mencoba berhenti mempedulikan mu aku selalu gagal, gagal dan sakit jika mengabaikan mu, padahal kamu begitu sering mengabaikan ku tapi aku tak pernah bisa membalasnya. Kalau kamu mau tau aku cape diperbudak oleh rasa ini. Hah mau tau? Tau rasa ku saja tidak apalagi tau capenya aku.

Aku pernah berkhayal suatu saat nanti jika kamu tau tentang rasa ku, kamu akan meminta maaf tentang sikap mu yang selalu mengabaikan ku. Hehehe itu hanya khayalan semata, rasanya tak mungkin jadi kenyataan.
Dan malam ini aku hanya berharap suatu saat nanti kau tersadar bahwa hanya aku yang peduli pada mu, hanya aku yang benar-benar menyayangi mu, hanya aku yang pernah mau kau abaikan, hanya aku yang punya rasa yang tak pernah mati untuk mu.

Dear you,
saat pertama kali kita dipertemukan oleh Tuhan, saat itu pula rasa ini mulai tumbuh.
Saat itu pula aku menyayangi dalam diam.
Merindukan mu dalam doa, memiliki mu dalam mimpi, dan yang lebih menyakitkan mencintai mu dalam sunyi.
Love you.

Tertanda,
aku yang punya rasa untukmu.

Kamis, 08 Mei 2014

Teman tapi Ngarep

Hey, selamat malam
Lagi lagi aku memikirkan mu yang aku pun tak tahu harus menyebutmu siapa. Karena kamu terlalu rendah bila harus aku katakan kau adalah teman ku dan juga kamu terlalu tinggi jika harus katakan kamu adalah pacar ku.
Entah malam ini aku akan menuliskan apalagi tentang mu, yang jelas setiap malam sebelum tidur ku aku selalu ingat kamu. Terserah mau dibilang berlebihan atau apa, tapi itulah yang aku rasakan.
Sebenarnya aku sangat merindukan mu, merindukan saat-saat pertama kau menyapa ku dengan senyum manis mu, menyapa ku lebih dulu lewat pesan singkat yang kau kirim untuk ku, bahkan aku rindu dengan ejekan-ejekan manis mu. Adakah kau sedikit merasa?

Mungkin keinginan ku terlalu tinggi untuk kau rindukan, paling tidak kau mengingat ku sebentar saja sebelum kau memejamkan matamu. Ingat bagaimana aku yang selalu ada untukumu, aku selalu berusaha untuk selalu ada saat kau butuh bantuan. Ingat sebentar saja :')
Apa benar kau tak mampu membaca sedikit saja perasaan ku lewat semua yang pernah aku lakukan untukmu. Aaah aku semakin berharap banyak. Padahal aku tahu harapan itu tak mungkin terjadi.
Dan sekali lagi apa kau tak mampu sedikit saja menerka semuanya.

Marah ku, sedih ku, galau ku, boring ku seketika akan hilang saat satu pesan singkat darimu hadir dalam inbox ku. Apa benar kau tak pernah peka. Apa karena kita berbeda kau pura-pura tak membaca kode yang aku berikan? Aku tahu kalaupun kau punya rasa yang sama *kalau* cinta kita tak akan semulus cerita ftv.

Aku sadar ini salah dan karena aku tahu ini salah maka setiap harinya aku selalu berjuang menghapus sedikit saja tentang mu. Sampai sekarang aku masih belum tahu sejauh mana aku lupa, karena semua tentang mu masih jelas ada dan tersimpan rapih dihati dan pikiran ku.

Maaf aku menyanyimu lebih dari yang kau minta. Ini aku yang tak sedikit pun pernah kau pikirkan. Mungkin benar kata @zarryhendrik "Kau menyayangiku sebatas teman, tapi aku menemanimu  dibatas sayang"
Aku adalah teman mu yang mengharapkan mu. Kurangajarkah aku?

Rabu, 07 Mei 2014

Lelah ku

Aku lelah, aku ingin segera bersanding dengan sirius dan kau akan melihat cahaya ku bersama orang lain, orang yang mungkin akan menggantikan ku nanti. Lepas dan relakan ku untuk kali ini saja. Ketika kau lihat sirius setelah aku pergi, coba kau lihat di sekelilingnya. Jika ada bintang yang cahayanya tak lebih terang darinya, itu aku. Cahaya ku belum sempurna karena aku masih sendiri diatas sana. Lengkapi cahaya ku segera saat mimpi dan semua ambisi mu telah kau raih. Aku menunggu mu diatas sana.

Sampai pada suatu waktu, aku melihat mu bahagia disana. Kau lupa bukan dengan aku disini? Bahkan kau lupa akan cahaya ku yang belum sempurna. Kau sudah terbiasa dengan kehadirannya, kau lupa akan impian kita. Aku ikhlas jika setelah aku pergi kau bahagia bersama orang lain, karena aku tahu saat bersama ku hanya rasa sakit yang selalu ku bagi. Dimana  bahagia mu? Mungkin bahagia mu setelah aku tiada.




Waktu terus berjalan walaupun tanpa aku di sisi mu. Dan ketika Tuhan sudah berkata "Ini adalah waktunya kau untuk pulang". Hujan pun turun mewakili seperti apa sakitnya aku melihat kau disana, putih, pucat pasi, tak bernafas. Diam dan kaku. Aku tahu saat itu kau belum mengingatku. Tapi ketika Tuhan menempatkan mu ditempat yang sama dengan ku, mungkin atau bahkan pasti kau akan melihat ku lagi dan tak menutup kemungkinan juga kau akan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya kepada ku. Saat itu kau lupa tentang kebahagiaan sesaat yang pernah kau rasakan bersama orang lain. kini kebahagiaan kita telah abadi disini, di tempat terindah yang Tuhan berikan kepada kita.

Mantan Terbaik

Ku tersadar baru aku merasakan
Cinta kita ku hiasi dengan mekar
Ku lukai hatimu, aku kehilanganmu
Aku terima kekalahanku


Apa kabar kamu kekasih masa laluku
Baru ku sadari tak ada sehebat kamu
Apa kabar kamu, kau mantan terbaik aku
Terimalah ini laguku mengenang kamu

 penyesalanku ..

Apa kabar kamu kekasih masa laluku
Baru ku sadari tak ada sehebat kamu
Apa kabar kamu, kau mantan terbaik aku
Terimalah ini laguku mengenang kamu


(mantan terbaik...) kekasih masa laluku
Baru ku sadari tak ada sehebat kamu
Kini kau bahagia, bahagia bersama dia
Terimalah ini laguku mengenang kamu

 penyesalanku ..