Kamis, 08 Mei 2014

Teman tapi Ngarep

Hey, selamat malam
Lagi lagi aku memikirkan mu yang aku pun tak tahu harus menyebutmu siapa. Karena kamu terlalu rendah bila harus aku katakan kau adalah teman ku dan juga kamu terlalu tinggi jika harus katakan kamu adalah pacar ku.
Entah malam ini aku akan menuliskan apalagi tentang mu, yang jelas setiap malam sebelum tidur ku aku selalu ingat kamu. Terserah mau dibilang berlebihan atau apa, tapi itulah yang aku rasakan.
Sebenarnya aku sangat merindukan mu, merindukan saat-saat pertama kau menyapa ku dengan senyum manis mu, menyapa ku lebih dulu lewat pesan singkat yang kau kirim untuk ku, bahkan aku rindu dengan ejekan-ejekan manis mu. Adakah kau sedikit merasa?

Mungkin keinginan ku terlalu tinggi untuk kau rindukan, paling tidak kau mengingat ku sebentar saja sebelum kau memejamkan matamu. Ingat bagaimana aku yang selalu ada untukumu, aku selalu berusaha untuk selalu ada saat kau butuh bantuan. Ingat sebentar saja :')
Apa benar kau tak mampu membaca sedikit saja perasaan ku lewat semua yang pernah aku lakukan untukmu. Aaah aku semakin berharap banyak. Padahal aku tahu harapan itu tak mungkin terjadi.
Dan sekali lagi apa kau tak mampu sedikit saja menerka semuanya.

Marah ku, sedih ku, galau ku, boring ku seketika akan hilang saat satu pesan singkat darimu hadir dalam inbox ku. Apa benar kau tak pernah peka. Apa karena kita berbeda kau pura-pura tak membaca kode yang aku berikan? Aku tahu kalaupun kau punya rasa yang sama *kalau* cinta kita tak akan semulus cerita ftv.

Aku sadar ini salah dan karena aku tahu ini salah maka setiap harinya aku selalu berjuang menghapus sedikit saja tentang mu. Sampai sekarang aku masih belum tahu sejauh mana aku lupa, karena semua tentang mu masih jelas ada dan tersimpan rapih dihati dan pikiran ku.

Maaf aku menyanyimu lebih dari yang kau minta. Ini aku yang tak sedikit pun pernah kau pikirkan. Mungkin benar kata @zarryhendrik "Kau menyayangiku sebatas teman, tapi aku menemanimu  dibatas sayang"
Aku adalah teman mu yang mengharapkan mu. Kurangajarkah aku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar