Selamat malam tampan,
kamu pikir sajak ku selama ini bukan tentang mu?
Kamu pikir perasaan ku selama ini bukan untuk mu?
Lalu jika bukan untuk mu, untuk siapa lagi? Kamu satu-satunya orang
yang aku ingat sebelum aku terlelap, bahkan saat aku terbangun-pun masih
kamu.
Aku menulis sajak ini ataupun sajak yang lainnya bukan karena aku
gombal atau hanya ingin sekedar membuat mu terharu *kamu terharu?
Membacanya saja tidak ahahaha bodoh !* tapi sajak ini aku tulis karena
aku sudah terlalu lelah dengan perasaan ku, perasaan yang memang
menyimpan rasa untuk mu. Aku tak tau saat aku rapuh karena cemburu pada
mu harus apa? Tak mungkin aku mengatakannya, yaa hasilnya adalah sajak,
sajak dan selalu sajak, tak ada cara lain tampan.
Untuk bicara pada mu saja kadang lidah ku kelu, apalagi jika aku harus bicara masalah perasaan ku.
Kamu pikir selama ini aku baik-baik saja?
Kamu pikir aku tak pernah merindukan mu?
Kamu pikir mencintai mu dalam sunyi itu tak menyakitkan?
Kamu pikir setiap kali kamu mengabaikan ku, aku kuat?
Kamu pikir aku tak pernah menangis karena mu?
Hah aku aneh mana mungkin kamu memikirkan ku, kamu selalu melihat
yang lain, sepertinya kamu tak pernah sedikitpun melihat aku. Iya AKU,
aku yang selalu memperjuangkan mu dan aku yang selalu kamu abaikan.
Terkadang aku ingin menampar mu dan berkata lihat aku! Lihat
sebentar saja! Lalu lihat semua yang telah aku lakukan untuk mu! Namun
disisi lain untuk mengabaikan mu yang terlalu sering mengabaikan ku
sajaa aku tak mampu, apalagi kalau aku harus menampar mu tampan.
Maaf lagi lagi kamu dan selalu kamu.
Tertanda,
Aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar